[Review] The Walking Dead: Menavigasi Kehidupan Pasca Runtuhnya Tatanan

Apa yang terjadi ketika dunia beserta semua tatanan di dalamnya yang kita terima sebagai sebuah kenyataan kodrati berhenti? Kita pernah mengalami sedikit dari skenario ini pada kurun 2020-2021 lalu ketika dunia dilanda pandemi COVID-19. Hiruk pikuk aktivitas manusia dipaksa untuk mengambil jeda sebagai konsekuensi atas langkah yang ditempuh untuk memutus penyebarluasan virus penyebab penyakit ini yang menyebar melalui udara. Dunia memang tidak sepenuhnya berhenti. Karena rasanya sebuah sandungan saja tidak akan cukup untuk menghentikan laju peradaban manusia yang semakin kreatif dalam mengakumulasi kekayaan sejak Revolusi Industri, dan semakin terhubung dalam sebuah kampung global sejak perkembangan berbagai moda transportasi dan terutama Revolusi Teknologi Informasi. Jadi meski bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan mengalami penurunan aktivitas secara drastis, manusia tetap mengupayakan kehidupan tetap berjalan seperti sebelum datangnya wabah.

Sumber: https://movizark.com/2022/09/29/the-walking-dead-new-trailer-teases-the-final-episodes-check-it-out/
Continue reading “[Review] The Walking Dead: Menavigasi Kehidupan Pasca Runtuhnya Tatanan”

[Review] The Young Pope: Perjalanan Pope of Love Yang Menggelitik dan Blasphemous  

Resensi miniseri Young Pope. Sebuah miniseri yang menyuguhkan satir seputar Gereja Katolik dan Vatikan. Diperankan oleh Jude Law sebagai Lenny Belardo/Paus Pius XIII

Lenny Belardo/Paus Pius XIII dengan Papal Tiara

Sebagai salah satu lembaga tertua (telah berdiri kurang lebih sekitar 2000-an tahun) yang masih kokoh berdiri saat ini, Vatikan dan Gereja Katolik serta semua yang menyertainya: tradisi, sejarah, kelembagaan dan semua misteri di sekitarnya selalu menarik perhatian banyak orang. Meski bukan seorang Katolik, saya termasuk salah satu yang kerap penasaran dengan insitusi ini. Sebagai seorang yang pernah mengenyam pendidikan hukum ketatanegaraan, selalu ada pertanyaan random yang muncul di kepala saya: “Bagaimana status kewarganegaraan seorang kardinal jika dia terpilih sebagai Paus dalam Conclave, proses pemilihan Paus yang tertutup dan misterius itu?”, “Bagaimana relasi kedutaan Vatikan yang tersebar di berbagai negara dengan badan hukum Gereja Katolik yang ada di negara tersebut?”, “Bagaimana loyalitas seorang presiden dan pejabat publik lainnya yang kebetulan juga seorang Katolik di sebuah negara, apakah Paus dapat mempengaruhi pilihan kebijakan publiknya?”. Pertanyaan terakhir ini sangat menarik dalam konteks Amerika Serikat yang 6 dari 9 Hakim Agung-nya terdaftar sebagai Katolik (atau 7 jika memperhitungkan Justice Gorsuch yang dibesarkan sebagai Katolik dan melakukan konversi ke Protestanisme di usia dewasa). Dan banyak pertanyaan trivial lain yang cukup membuat saya menghabiskan waktu melakukan penelusuran dari satu laman wikipedia ke laman lainnya, laman resmi negara kota Vatikan, sampai artikel-artikel ilmiah yang membahas ini.

Continue reading “[Review] The Young Pope: Perjalanan Pope of Love Yang Menggelitik dan Blasphemous  “

Uji Nyali Penerbangan Perintis

Berpose di depan Cessna dengan dengkul masih bergetar selepas mendarat (Dok. pribadi)

Akhir tahun 2017 yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Dataran Tinggi Seko di Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Meski secara administratif berada di Provinsi Sulawesi Selatan, secara geografis Seko berada persis di perbatasan dengan Sulawesi Tengah. Lokasinya nyaris persis berada di tengah pulau Sulawesi. Kontak saya di Palopo, Kota dengan akses terdekat ke Seko, memberi saya dua opsi untuk menuju ke Seko: perjalanan darat dengan menggunakan “ojek” yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk melalui jalur offroad yang mendaki menembus hutan dan sungai selama 2-3 hari perjalanan atau menggunakan penerbangan perintis (Susi Air) selama kurang lebih 30 menit dengan kemungkinan tidak bisa mendarat kalau cuaca tidak memungkinkan. Memilih perjalanan antara 2-3 hari atau 30 menit harusnya harusnya bukan hal yang pelik. Namun pengalaman sekali mencoba penerbangan perintis tahun 2014 membuat saya berfikir dua kali untuk memilih opsi penerbangan perintis. Apalagi kontak saya Palopo menegaskan penerbangan ke Seko sangat bergantung dengan kondisi cuaca. Jadinya saya memilih perjalanan darat yang mungkin bakal jadi satu cerita sendiri (Sebagai informasi “ojek” ke Seko dikenal sebagai layanan ojek termahal se-Indonesia. Tarif yang saya bayar pulang pergi Palopo-Seko mencapai total Rp 3 Juta).

Continue reading “Uji Nyali Penerbangan Perintis”

Ampana Pintu Masuk ke Togean

(Dok. Pribadi)

Sekitar bulan Februari 2018 lalu saya melakukan perjalanan (business trip) ke Ampana, sebuah kota pelabuhan yang berada di pesisir teluk Tomini dan merupakan ibu kota kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Kota ini lebih dikenal sebagai salah satu area transit terdekat menuju ke Kepulauan Togean, sebuah kawasan taman nasional laut yang belakangan semakin dikenal sebagai tempat yang sangat indah untuk aktivitas diving dan snorkeling. Silahkan google sendiri Kepulauan Togean, karena sayangnya saya tidak melipir ke Togean meski sudah selemparan batu saja dari Ampana. Ya, mau gimana lagi, ini kan business trip yang didanai kantor bukan wisata dimana saya bisa bebas menentukan mau pergi kemana kan hehe.

Continue reading “Ampana Pintu Masuk ke Togean”

ChaletOS: Solusi Kebuntuan Laptop Jadul Dari Ubuntu

1
User Interface ChaletOS


Sebetulnya udah lama banget pengen nulis tentang Linux dan terutama Ubuntu. Ada kali udah niat nulis ini sejak 10 tahun lalu..hahahahaha. Ada kenangan yang sangat personal setiap gw dengan bangga dan berbusa-busa cerita soal kerennya Linux dan Ubuntu ke orang-orang (yang sial banget harus denger gw ngomong wkwkwkw). Awalnya pas terdesak harus lulus pas kuliah S1 di Depok dulu, berhubung waktu itu udah nyaris menghabiskan jatah kuliah 6 tahun hehe. Ada pengalaman pahit banget waktu pas tiba-tiba laptop murah merek Axioo yang gw pake buat nulis skripsi tiba-tiba ngadat. Ya maklum aja sih, selain laptop murah dengan spesifikasi alakadarnya, sebagai mahasiswa kere, gak ada budget juga buat beli OS Windows asli, apalagi beli anti-virus keren nan mumpuni. Jadi sebetulnya memang udah jadi resiko sih kalau tiba-tiba lapotop satu-satunya itu tiba-tiba ngadat.

Continue reading “ChaletOS: Solusi Kebuntuan Laptop Jadul Dari Ubuntu”

Pengetahuan dalam genggaman: Perpustakaan dan membaca zaman now

Tidak ada tempat yang lebih menyenangkan selain perpustakaan yang hening dengan deretan buku yang tersusun rapi di rak-rak yang tinggi menjulang. Aroma kertas tua yang menguar ke udara menambah suasana magis perpustakaan, seolah mengundang pengunjungnya untuk bertualang menembus waktu dan lintasan sejarah. Menceburkan diri ke dalam kolam pengetahuan, meresapi herorisme para pendahulu, atau sekedar berasyik masyuk membaca romansa para pencinta.

Saya pernah mampir ke perpustakaan yang diyakini sebagai perpustakaan, di era modern, yang punya koleksi terbanyak di dunia: The Library of Congress di Washington, DC. Sempat juga “mondok” di perpustakaan kampus the University of Sydney yang buka 24 jam dan sangat memanjakan kami, para mahasiswa-nya, dengan berbagai fasilitas yang membuat kami senyaman di rumah, selain tentunya koleksi buku yang melimpah. Saya juga pengunjung rutin perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah Jakarta. Pernah juga saya terdaftar sebagai member dari perpustakaan sekolah filsafat dan teologi di bilangan Rawasari yang penuh dengan calon-calon imam yang rendah hati dan membaca dengan kekhidmatan melebihi orang kebanyakan. Semua perpustakaan itu meninggalkan kesan mendalam pada diri saya, tapi tak ada yang bisa mengalahkan Perpustakaan Pusat UI lama.

Continue reading “Pengetahuan dalam genggaman: Perpustakaan dan membaca zaman now”

Surga tersembunyi di Campbelltown: The Basin

Semester lalu, Prof. Ed Couzen, dosen saya di mata kuliah International Wildlife Law berujar kalau Australia adalah satu dari megabiodiversity countries di dunia. Sebagai seorang Indonesia, yang sejak SD dicekoki tentang kekayaan alam nusantara dan hutan-hutan tropisnya yang (pernah) lebat yang menjadi rumah bagi jutaan species flora dan fauna, saya agak tergeltik juga mendengar itu. Mungkin ini cuma sentimen kebangsaan yang tidak pada tempatnya sih.

Continue reading “Surga tersembunyi di Campbelltown: The Basin”

Lakemba: Kampung Muslim di Australia

Terletak di sudut “kampung” Arab-nya Sydney Metro, masjid ‘Ali bin Abi Thalib, atau yang dikenal dengan masjid Lakemba ini kokoh berdiri. Masjid ini memang berdiri di Lakemba, sebuah kawasan sub-urban arah barat daya Sydney CBD yang berjarak sekitar 16 km dari pusat kota, atau sekitar 30 menit perjalanan menggunakan kereta jurusan Bankstown (T3). Masjid yang didirikan oleh komunitas Muslim keturunan Lebanon ini merupakan masjid terbesar di Australia. Bisa dibilang masjid ini merupakan pusat aktivitas kegiatan keislaman di kota Sydney. Masjid ini juga memberikan pelayanan seperti pemulasaran dan shalat jenazah, tak pelak masjid ini selalu dirujuk oleh umat muslim yang sedang berada di kota ini setiap mereka membutuhkan pelayanan atau ritual muslim lainnya selain shalat berjamaah.

Continue reading “Lakemba: Kampung Muslim di Australia”