Memoar Cikalong Kulon: Tentang Jawa di tengah Sunda 

Namanya Subagiyana, kami memanggilnya Pak Bagi. Dari namanya jelas dia bukan orang Sunda seperti kebanyakan orang Cikalong Kulon di awal tahun. 1990an.Pak Bagi adalah salah satu guru di SDN Inpres 2 Cikalong Kulon. Jaman SD dulu, guru wali kelas merangkap sebagai guru semua mata pelajaran kecuali pelajaran agama dan olahraga. Kalau saya tak salah ingat Pak Bagi adalah guru wali kelas saat saya duduk di kelas 4.

Sebagai satu dari sedikit orang Jawa di kampung Sunda, Pak Bagi ini sangat mudah dikenali. Meski beliau bisa berbahasa Sunda, logat medok khas orang Jawa Tengah gak bisa hilang begitu. Itu saja sudah cukup menjadikan Pak Bagi sosok yang jenaka bagi kami.

Ada satu kenangan saya dengan Pak Bagi yang mungkin akan saya kenang seumur hidup. Setidaknya sampai dua lagu sederhana yang beliau ajarkan bisa benar-benar hilang dari kepala saya. Saya gak ingat judulnya, tapi lirik dari dua lagu ini benar-benar seperti diinjeksikan kedalam ingatan saya, sampai sudah hampir 20 tahun lirik dua lagu ini gak pernah bisa hilang dari ingatan.

Lagu pertama tentang 8 penjuru mata angin. Liriknya? Cuma 8 penjuru mata angin: “Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut, Utaraaaaaaaa (dibagian ini memang sengaja dipanjangkan saat menyenandungkannya), Timur Laut”. Oleh Pak Bagi, lagu ini hanya boleh dinyanyikan sambil berdiri dengan posisi pembuka menghadap ke arah Timur, kemudian berputar ke 8 arah penjuru mata angin saat lagu mulai disenandungkan. Karena saat itu kami sekolah dari jam 7-10 pagi, Pak Bagi memberi kami petunjuk bagaimana menentukan arah Timur: cari dimana arah matahari pagi terbit. Ini lebih dari sekedar lagu buat saya, tapi semacam basic life skill yang masih berguna sampai sekarang. Setidaknya saya bisa menentukan arah mata angin hehe.

Lagu kedua buat saya sungguh amat sangat unik. Liriknya tentang kejayaan Majapahit. See! aneh kan? Ada orang Jawa ngajarin anak-anak Sunda lagu tentang kejayaan Majapahit! Sungguh terlalu hehehe. Pak Bagi kayaknya antara lupa, cuek, atau mungkin sama sekali gak tau sejarah pahit antara bangsa Sunda dengan bangsa Jawa gara-gara insiden Perang Bubat antara Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Pajajaran dulu. “Dendam kesumat” orang Sunda soal ini masih terlihat sampai sekarang. Coba saja lihat jalan-jalan besar di kota-kota di Jawa Barat. Jangan harap bisa menemukan Jalan Gajah Mada atau Jalan Majapahit disana, padahal itu dua nama jalan yang lazim ditemukan di kota-kota besar Indonesia.

Oke lupakan soal perang Bubat. Berikut lirik lagu Majapahit yang diajarkan Pak Bagi:

Majapahit santosa jaya
meliputi seluruh nusantara
Hayam Wuruk ratu yang sakti
Gajah mada patih yang teguh hati

Lagu ini dinyanyikan dengan nada sendu macam penyanyi sinden. Memang lagu yang njawani banget, dan ini yang bikin lagu ini jadi makin lucu sebab dinyanyikan oleh anak-anak Sunda yang juga medok banget Sundanya 😀

Saya menebak-nebak, lagu ini mungkin secara turun temurun diajarkan di kampungnya Pak Bagi  di Jawa dulu. Berkat beliau saya mengenal sosok Gajah Mada dan Hayam Wuruk, meski sekarang saya menolak untuk sepakat dengan dua lirik pertama lagu itu. Majapahit meliputi seluruh nusantara itu sepertinya klaim sejarah yang masih harus digali lebih dalam. Lagipula cerita tentang Majapahit ini konon banyak rekayasa untuk kepentingan nation building di awal pendirian Republik Indonesia. Bahkan sosok Gajah Mada yang wajahnya kita kenal sekarang konon merupakan reka ulang yang ngasal yang dilakukan oleh Prof. Mr. Mohammad Yamin, sejarawan dan ahli hukum tata negara asal Sawahlunto yang “njawani banget”. Malah kabarnya “wajah” gajah mada yang direka ulang itu tak lain wajah Yamin sendiri. Saya juga kok ya merasa klaim “Majapahit meliputi seluruh nusantara” ini agaknya jadi semacam pembenar dominasi Jawa atas nusantara….hehe.

Keterangan gambar: 

Patung kepala Gajah Mada di Museum Trowulan
(sumber: https://www.britannica.com/biography/Gajah-Mada)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s