Melaut bersama Susi

Susi Pudjiastuti mungkin nama yang paling banyak diomongin minggu-minggu ini. Tanpa disangka perempuan yang lebih dikenal dengan Susi Air-nya ini diangkat jadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja-nya Jokowi. Spesial, karena kementerian ini, bersama dengan Kemenko Maritim, oleh Pak Presiden disebut bakal menjadi semacam “tulang punggung” pemerintahannya yang akan kembali ke laut. Jokowi memang punya visi untuk menjadikan Indonesia yang jaya di laut . Jalesveva Jayamahe kalo mengutip selogannya ALRI kali ya. Tak kurang sudah beberapa kali Jokowi menggunakan simbol-simbol “laut” ini. Mulai dari  pidato kemenangan pilpres yang dilakukan diatas kapal pinisi, pidato pelantikan di MPR yang mengulang-ulang soal laut dan maritim, dekorasi pesta rakyat pelantikan kemarin yang menggunakan background perahu , sampai rencana pengumuman menteri di pelabuhan tanjung priok (yang akhirnya batal). Gak berlebihan kali ya kalau kita sebut dua kementerian ini bakal jadi semacam “anak emas”-nya presiden Jokowi.

Yang mengagetkan memang pemilihan Susi. Meski beliau memang pelaku usaha kelautan/perikanan dan bisa dibilang sangat sukses, publik lebih mengenal beliau sebagai seorang pelaku industri aviasi lewat Susi Air-nya, yang naik daun pasca Tsunami Aceh 2004 lalu. Susi Air yang dinakhodainya memang memberikan pelayanan penerbangan perintis dengan menggunakan pesawat jenis Cesna ke beberapa wilayah di Indonesia yang belum terjamah oleh pesawat angkut berbadan besar atau yang belum memiliki bandara yang layak. Tak heran cuma Susi Air waktu Tsunami Aceh 2004 yang bisa menembus Aceh pasca Tsunami untuk menyalurkan bantuan dan melakukan rekonstruksi.

Masih kurang kaget? Coba tengok sisi lain si Ibu ini. Beliau adalah pekerja keras yang tidak tamat SMP karena kesulitan ekonomi, memiliki tatto, dan perokok. Yup, yang terakhir ini agaknya si Ibu gak bisa nahan. Makanya kemarin habis pengumuman di halaman istana, si Ibu tanpa beban meladeni jurnalis yang sibuk kepo-in dirinya sambil udud hehe. Well sebetulnya urusan rokok (dan tatto) sih urusan personal lah ya, selama dia gak ganggu orang lain. Cuman timing-nya kayaknya kurang tepat aja kali ya, jadinya sekarang media sibuk kasak kusuk mengulik soal remeh temeh ini ketimbang soal prestasi dan kiprahnya dia selama ini, baik di dunia kelautan/perikanan maupun industri aviasi.

BTW, soal Susi Air, saya cuman pengen bilang kalau perusahaan bu Susi ini sungguh sangat membantu saya sampai ke beberapa lokasi di Kalimantan via udara yang tentunya amat sangat menghemat waktu. Meski sejujurnya naik pesawat ini emang bikin jantung berdegup kencang hehehe..eniwei, selamat bekerja Bu Susi, semoga bisa menjalankan tugas dengan baik dan semakin “sadar diri” kalo sekarnag ibu figur publik. semacam artis gitu lah, jadi dari pada diomongin yang gak penting2nya, mending jaga sikap aja kali ya bu. Semoga kita beneran bisa melaut dengan sukses….

IMG-20140127-WA0002
Di bandara Temindung, Samarinda. Dengkul gemeter abis terbang sama si Susi ini hehe
IMG-20140127-WA0005
Lupakan nomor kursi di tiket. Tempat duduk ditentukan berdasarkan berat badan anda hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s