Simbol-simbol Kekerasan di Sekitar Kita

Konon pada suatu masa, bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah dan penuh toleransi. Keberagaman tidak menjadi penghalang masyarakatnya untuk saling bertenggang rasa, tepo seliro. Bangsa kita dikenal karena keramahtamahan penduduknya.

Tapi belakangan ini keramahan menjadi sesuatu yang asing dan mahal. “Keramahan” berganti menjadi “Kemarahan”. Entah kenapa penduduk kita sekarang ini mudah tersulut emosinya. Kekerasan menjadi sesuatu yang jamak dilakukan. Pelakunya tak hanya “orang kebanyakan”, sebab kini “kaum intelektual” sekalipun tak segan mempertontonkan otot ketimbang mengadu nalar dalam menyelesaikan permasalahan. Ada apa gerangan?

Mungkinkah ini pengaruh “simbol kekerasan” yang tanpa kita sadari berada di sekitar kita? Gambar-gambar di bawah ini mungkin salah satunya, dimana “senjata” digunakan sebagai “hiasan” untuk “mempercantik” ruang publik . Dua diantara gambar ini memang diambil di dekat komplek militer (baca: DEKAT bukan DI DALAM), tapi apa layak menjadikan “pisau” sebagai hiasan di tengah taman? hehehe
entahlah, saya suka senyum-senyum sendiri kalau melihat “hiasan-hiasan” yang “indah” ini ^^

ps:
1.teringat Gandhi dengan ahimsa-nya
2. “Marah” sama “Ramah” emang beda tipis ya hehe

2 Comments Add yours

  1. gak cuma penuh kekerasn, tapi juga kerumitan birokrasi!! kenapa gak sekalian memuat foto/gambar simpul samsat yang di daerah kalimalang? Simbolnya adalah simpul tapi rumit! hahaahha… meaningless bgt! gak ada estetikanya! ah…jadi rindu Bung Karno!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s