Waspada Leviathan baru (Memperingati Hari HAM Internasional ke-60)

Dulu Thomas Hobbes mewanti-wanti kita agar mewaspadai Leviathan. “Monster Jahat” dan buas yang siap  memangsa kemanusiaan kita. Pada masa itu, Leviathan adalah metafor terhadap berbagai rupa kekuasaan, utamanya kekuasaan politik yang mawujud dalam rupa Negara, yang dengan kekuasaannya, diyakini memiliki tendensi mencederai hak-hak dasar manusia.Zaman pun berganti. Konstelasi kekuasaan tak lagi tunggal, melainkan jamak. Manusia kini tak lagi dihadapkan pada satu Leviathan bernama Negara, tapi dua, tiga, atau lebih Leviatahan yang kini bersemayam dalam tubuh korporasi-korporasi raksasa, mereka yang memiliki kuasa besar untuk melakukan ekpansi modal lintas negara.

Kuasa modal terletak pada kapasitasnya melakukan investasi atau tidak. Melalui kepasitas itu kaum pemodal dapat memaksa Negara melakukan kebijakan-kebijakan yang menurunkan standar bagi masuknya modal asing. Termasuk standar hak-hak asasi manusia: hak atas lingkungan hidup, hak atas upah yang layak, hak-hak ekonomi, sosial dan budaya lainnya. Semua dilakukan atas “rapal suci” efisiensi dan akumulasi kapital.

Jika sudah begini, maka Negara dan Korporasi tak lebih dari dua Leviatahan yang berbicara dengan bahasa yang sama: Uang ! Dengan aksen serupa: Keuntungan !

Waspada Leviathan-Leviathan baru !!!

(Selamat Hari HAM Internasional Ke-60)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s