28 Comments

  1. mengutuip dari komik di atas: "Program Dana Banyak Sekali (dari lembaga donor): Sasarannya LSM Islam, anggotanya harus pinter buat proposal, cakap bahasa Inggris dan lebih oke kalo berasa DARI KELUARGA KIYAI, punya kenalan jaringan, atau MERTUA KIYAI"…jadi inget pentolannya JIL (Jaringan Islam Linglung hehehehe), yang mertuanya salah satu Kiyai terkenal….

    Like

  2. mas eko pintar sekali yah menguak kebenaran yg membuat kita jadi harus bercermin dengan caranya yang "membumi"…. gila ya… Indonesia cuma kuantitas aja besar islamnya, tapi kualitas? gak tau deh…Hari gini jarang ada orang yang "bersih" dan sadar dalam menjalani keyakinan beragamanya dengan baik.Tau gak, saya pernah dengar seorang ustadz kondang aja minta bayaran 1 milyar buat sekali tampil, maklum… pake jet dtgnya.. hahaha…. eh tapi beneran lho!yah…semoga mereka dan kita sama2 bercermin lah…

    Like

  3. Yustisia anak FH kan?Hehehe, heggy sering cerita tentang TianWah, kalau ngeliat gaya anda waktu jadi pembicara…sepertinya sedikit kiri2 juga. Sangat kristis.Menarik, apalagi kalau ngomongin neoliberalisme dan modal2 asing.

    Like

  4. Ga sehebat Inka dan Tian yang bisa konkrit dalam bergerak dan memperjuangkan idealismeKalian tidak sekedar beretorika, tapi mampu membuktikan dengan daya dan upayaHehehe, saya mah masih mencari-cari format gerakan yang ideal nih. Belum nemu, mangkanya NATO terus

    Like

  5. maksudnya, Na…. kan sempet tuh perfilman Indonesia khususnya TV dipenuhi tayangan2 yang malah merusak islam.. seperti azab kubur dll dengan format yang sangat dilebih2kan dan malah terkesan musyrik……oh iya, aku lupa kamu kan jrang nonton TV! wakakakakak……..

    Like

  6. Maksudnya apean "tayangan ustad-ustad dadakan via sms"?"ustad dadakan" gimana mksdnya?Yeah,,smoga bner2 buat bercermin instead of mendiskreditkan kaLangan tertentu,apaLagi mendiskreditkan niLai-niLai IsLam itu sendiri…smoga tidak.FaghfirLanaa ya Robbana…

    Like

  7. jika mb pernah memperhatikan…pernah dalam suatu waktu, "islam" dijadikan barang dagangan oleh kapitalisme media massa…sebuah stasiun televisi menyelenggarakan kompetisi pemilihan da'i dengan cara serupa dengan pemilihan "Indonesian idol"….hanya mengandalkan popularitas via sms, tampang yang lumayan, dan sedikit kecakaoan retorika. acara seperti ini uniknya mendapat respon yang luar biasa besar di masyarakat. maka tak heran jika iklan di acara ini amat sangat berjubel. Saya pribadi justru meliaht acara ini sebagai sebuah bentuk penghinaan. Islam cuma jadi lebel, dimana kelompok "pemilik modal" mengeksploitasi simbol-simbol islam dalam acara yang sangat tidak mendidik.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.