Efek Samping Revolusi : Pesan Kemanusiaan dari Doctor Zhivago

Rating: ★★★★
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Boris Pasternak

“Tetapi hal seperti ini telah terjadi beberapa kali dalam perjalann sejarah. Sesuatu dilahirkan dari rasa cinta yang berkobar-kobar atau gagasan besar yang akhirnya menjadi sesuatu yang kejam dan biasa saja. Demikianlah Roma muncul dari Yunani dan Revolusi Rusia muncul dari pencerahan bangsa Rusia”
(Boris Pasternak, via Misha Gordon dalam Doctor Zhivago)

Kiri itu seksi. Tanpa bermaksud hiperbola, ungkapan ini menjelaskan mengapa ide-ide Marxis, ide-ide kiri, ide-ide revolusioner kerap digandrungi utamanya oleh anak-anak muda. Sejak “ajaran-ajaran” Marx dilembagakan dalam “rezim” Marxisme (padahal Marx sendiri menyangkal dirinya seorang “Marxis”) dan disempurnakan dalam parksis oleh Vladimir Ilyich Ulyanov alias Lenin menjadi Marxisme-Leninisme, ide “kiri” sudah jamak digandrungi anak-anak muda. Terlebih saat ide “radikal” ini diperjuangkan secara heroik oleh tokoh-tokoh gerilya yang kemudian menjadi ikonik. Tengok saja tokoh Gerilya Amerika Latin Ernesto “Che Guevara” yang gambar grafis wajahnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Anak-anak muda di kolong jagat ini tampak bangga mengenakan kaus bergambar tokoh gerilyawan ini, meski tak jarang diantara mereka tak mengenal betul siapa Che sebenarnya. Pokoknya kiri itu seksi. Mereka yang gandrung dengan perubahan, mereka yang anti-kemapanan, mereka yang punya nilai “sosial” yang tinggi biasanya dekat dengan gagasan-gagasan “subversif” ini: persamaan, keadilan, kolektifitas, revolusi.

Yury Andreyevich Zhivago adalah salah satunya. Anak yatim-piatu yang dibesarkan oleh Nikolay Nicolayevich Vendenyapin (Paman Kolya), sang paman yang memiliki pandangan politik progresif . Dengan bimbingan pamanya itu Yury tumbuh di awal pergantin abad, saat transisi melanda negerinya, Rusia, saat masyarakat mulai menolak keberadaan Monarki Tsra yang menyengsarakan. Yury yang anak seorang kaya raya itu tak lama mencicipi kemewahan sebab ayahandanya lebih memilih meninggalkan dia dan ibunya karena tergoda oleh wanita lain.

Yury muda hanya tau bahwa setelah itu ia hidup dalam kemiskinan dan kemalangan. Kesadaran sosial-politik nya tumbuh dalam situasi panas ini. Sebuah situasi yang membuatnya menerima dengan suka cita kemenangan kaum Bolshevik yang mendirikan pemerintahan baru bersendikan pada kebersamaan dan kolektivitas melalui pembentukan dewan soviet dan dikatator proletariat. Setidaknya itu yang diakatakannya ketika harus berbagi rumah untuk kepentingan kolektif.

“…ada sesuatu yang benar-benar tidak sehat dalam cara hidup orang-orang kaya. Terlalu banyak perabot, terlalu banyak ruang, terlalu mencurahkan perhatian kepada kehidupan individual. Aku senang kita tidak seperti itu. Kita bisa berbagi dengan apa yang kita punya…”
(Boris Pasternak via Yury dalam Doctor Zhivago)

Meski begitu Yury bukanlah siapa-siapa dalam pusaran revolusi yang domotori kaum Bolshevik itu. Dia hanya seorang biasa yang berpofesi sebagai dokter, penyair, dan pengarang. Sebuah pekerjaan yang membuatnya memiliki kepekaan dan sisi manuiawi yang lebih besar ketimbang orang kebanyakan. Mungkin itu pulalah yang membuatnya mulai merasa jengah dengan perubahan-perubahan pasca revolusi: Perang saudara, pembunuhan, pembakaran, hingga intimidasi bagi petani yang menolak menyerahkan tanah untuk kepentingan kolektif. Setidaknya kegelisahana itu tampak dalam pembiacaraannya dengan “selingkuhannya”, Lara Antipova,

“…akan tetapi sesuatu yang salah telah merasuki negeri kita. Tahukah kamu apa yang aku pikirkan adalah akar dari semua kejahatan, darah, air mata , dan kegilaan yang telah kita lewati?…Semua kejahatan terjadi ketika orang-orang berhenti mendengarkan suara kemanusiaan. Mempunyai keyakinan pribadi menjadi sesuatu yang ketinggalan zaman. Semua terlebih dahulu harus menyanyi dengan lagu yang sama dan mengikuti pemimpin yang sama. Segalanya dijamah oleh “hukum” yang baru ini: persahabatan, kekeluargaan, perkawinan, seperti halnya politik. Tak seorangpun bisa bertindak secara alami , dan dengan demikian perikemanusiaan telah dibinasakan…”
(Boris Pasternak via Yury dan Lara dalam Doctor Zhivago)

Dr. Zhivago adalah tragedi. Dia bukan politisi yang memainkan peran dalam revolusi. Namun ia membayar mahal untuk jalanya revolusi. Keluarga, kehidupan cintanya, karirnya, hidupnya runtuh ditengh arus revolusi. Tragedi Zhivago sebagaimana digambarkan Soedjatmoko , adalah tragedi anak manusia yang dikalahkan oleh sejarah mahadahsyat yang impersonal. Karena kelebihan atau kekurangannya manusia “sebentar muncul kepermukaan, sebentar lenyap” dalam jalanya revolusi. Manusia dan revolusi seperti setitik air dalam samudra yang mahaluas. Kisah Dr. Zhivago meningalkan pesan kepada kita bahwa pembangunan politik tak boleh mengabaikan panduan utamanya: Kemanusiaan. Revolusi tak boleh menegasikan kemanusiaan.

Dr. Zhivago adalah karya Boris Pasternak, sastrawan Rusia yang mendapatkan hadiah Nobel tahun 1958. Dr. Zhivago dilarang beredar oleh pemerintahan Stalinis (kemudian Kurchevis, Breznevis dll…sebab menurut pendapat amatir saya sih, pemerintahan soviet saat itu tak mencerminkan cita-cita dasar marxisme yang humanis). Pelarangan tersebut dikarenakan karya Pasternak ini dinilai memiliki semangat anti Soviet.

Jika anda tertarik dengan tema ini saya rekomendasikan juga film animasi “Persepolis” karya Marjane Satrappi yang berkisah soal “efek samping” Revolusi Islam Iran. Jika berminat saya bisa meminjamkannya.

Salam dan Tabik
Yustisia Rahman

2 Comments Add yours

  1. Kayaknya filmnya pernah diputer di jaktv deh.

    Like

  2. iya, Doctor Zhivago pernah diangkat ke layar lebar, tapi saya belum sempat menonton. Ada yang punya cakram dvd-nya? boleh dong minjem

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s