Hak Angket dan “Konspirasi” Perkins

Dibentuknya panitia angket pasca kenaikan BBM kemarin tampaknya mulai menguak kebobrokan pengelolaan sumber daya alam dan energy yang dilakukan oleh penguasa cum penguasaha negeri ini. Awalnya saya dan mungkin anda menyangsikan efektifitas pembentukan paniia angket ini, mengingat suhu politik yang memanas menjelang pemilu 2009. Panitia angket Cuma dagelan politik untuk mendeligitimasi lawan politik yang potensial menjegal kesukesan pada pemilu tahun depan.

Tapi rupanya kita masih punya harapan. Panitia angket yang sempat menimbulkan poliemik ini miulai menguak tabir. Pniatia angket mulai menguak permasalahan kontrak di LNG Tangguh yang menyeret nama Megawati yang saat itu menjadi Presiden karena menjual batu bara ke Cina dengan  harga yang sangat rendah. Kalau tidak salah waktu itu kita dihebohkan dengan diplomasilantai dansa yang dilakukan Megawati bersama Presiden China Hu Jintao pasca penandatanganan kontrak tersebut.  

Dan terakhir panitia angket mulai menguak “intervensi asing” dalam liberalisasi migas di Indonesia lewat deregulasi beberapa peraturan perundang-undangan (Kompas, 5/9).  Bagi kalangan aktivis dan pendukung (saya menyebutnya) ekonomi kerakyatan-populis, isu ini bukan barang baru. Tetapi kadang mereka yang getol menyuarakan isu “konspiratif” ini dicibir oleh banyak kalangan denga  tuduhan-tuduhan seperti tidak ilmiah,konspiratif dan sebagainya. Keterlibatan “pihak asing” dalam meliberalisasi Indonesia juga dikuak oleh Jhon Perkins dalam buku “The Economic Hitman” yang kontroversial  itu. Perkin  yang mengaku sebagai mantan “economic hitman” itu menyatakan bahwa negara-negara maju lewat agen-agennya (IFI’s sperti Bank Dunia, IMF dll atau lewat Perusahaan-perusahaan Transnasional atau bahkan agen intelejennya) melakukan berbagai cara untuk meliberalisasi negara-negara berkembang.  Dari cara diplomasi hingga praktek kotor seperti kolusi dan penyuapan.  Namun sebagaimana yang kita tau, pendapat Perkins ini mendapat sentiment negataif dari banyak kalangan, termasuk dari nama-nama dan lembaga-lembaga yang disebut dalam bukunya.

Kembali ke Panitia angket, akhirnya “konspirasi” itu terkuak. Saya sendiri tidak terlelu kaget mendengarnya. Dalam laporan kepada Panitia Angket, Ichsanoodin Noorsy yang ditunjuk sebagai saksi ahli menyampaikan dokumen-dokumen yang menunjukan keterlibatan Bank Dunia dalam liberalisasi sektor migas dengan pembentukan UU Migas yang baru (yang menjadi landasan yuridis bagi pemerintah untuk mencabut subsisdi BBM dengan dalih menyesuaikan dengan harga pasar dunia)dan Perpres tentang RPJM Nasional yang mencantumkan program pemerintah untuk menghapus subisdi secara bertahap.

Noorsy dalam laporannya menyebutkan bahwa Bank Dunia, ADB, dana beberapa lembaga keuangan asing terlibat dalam proses deregulasi UU Migas lewat bantuan-bantuan alias hutang luar negeri bersyarat. Sebenarnya tak Cuma UU Migas yang “diintervensi” asing dalam pembuatannya. Bisa dibilang semu regulasi yang terkait dengan kepentingan ekonomi-politik negara adidaya di Indonesia pasti di intervensi. Misalnya UU Sumber Daya Air lewat proyek WATSAL yang diinisiasi oleh Bank Dunia sejak tahun 1990an (kebetulan saya sedang menyusun skripsi tentang hal ini).

Mengutip pendapat Stephen Gill, intervensi kekuatan capital dalam penyususnan regulasi di negara-negara berkembang ini isebut sebagai gejala New Constitutionalism. Secara sederhna New Cosntitutionalism bisa difahami sebagai proses konstitusionalisme yang ramah pasar/modal lewat serangkaian aktivitas yuridis-politis dalam perumusan perundang-undangan. Saya rasa teori Gill ini bisa menjelaskan fenomena perumusan UU Migas yang ditengarai oleh Noorsy telah “diintervensi” oleh asing.

Kita lihat saja, apakah panitia hak angket yang dibentuk itu akan melakukan gebrakan lanjutan. Semoga bukan sekedar mengungkap fakta tetapi menindaklanjutinya dengan tindakan konkret. Misalnya ,sebagaimana ditulis kompas, dengan memanggil Sri Mulyani dan Purnomo Yusgiantoro, atau kalau perlu “menindak secara hukum”  komprador-komprador  itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s