Menunggu dibubuhkannya titik.

kata seorang temanku
aku ini terjebak delusi
terus menerus memuntahkan imaji tentang revolusi
tentang perubahan sosial
tentang angan dunia yang adil bagi semua

kata seorang temanku yang lain
mana mungkin aku bisa bermanfaat bagi orang lain
jika aku kini masih tergopoh bahkan untuk sekedar berdiri di atas kaki sendiri
mana mungkin memberdayakan jika sendirinya tidak berdaya

kta seorang temanku yang lain lagi
aku ini seperti seorang anak kecil
yang terkagum-kagum dengan sesosok jagoan
lantas berangan menjadi pahlawan
memberantas kejahatan
menagakaan keadilan
seperti anak 5 tahun yang beekhayal
dirinya seorang jagoan yang penting dan berpengaruh

ahhhh….
aku lelah
dulu kupikir aku ini diobori oleh buku-buku
yang mensuplai ide, mimpi dan cita-cita
tapi yang kudapatkan sekarang hanyalah kebingunan
seandainya aku tidak mengetahui semua ini
mungkin sekarang aku tak perlu pusing memikirkan ini itu..
mungkin sekarang aku sudah bisa berbuat banyak
jika perlu tanpa harus mempertimbangkan nilai-nilai yang rumit dan abstrak

ingin rasanya segera kububuhkan titik…..
seperti kata Chairil
Sekali Berani…
Sesudah itu Mati !

sekali lagi aku berharap mati muda…
050508

2 Comments Add yours

  1. sudah banyak yang berani mati,adakah yang berani hidup lama dan konsisten dengan apa yang diyakininya?

    Like

  2. belum pernah kulihat orang yang pandai mengawinkan antara idealisme dan realisme. saya berharap itu anda

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s