Puisi Bunga

Bunga dan Tembok


Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri

Jika kami kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami tebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

Dalam keyakinan kami
Dimanapun – tirani harus tumbang!

Wiji Tukul
(1987-1988)    

Puisi ini (puisi bunga)  adalah pusisi yang paling gw suka dari kumpulan puisi karya Wiji Tukul..
Wiji Tukul (wiji widodo) adalah seorang seniman, aktivis, dan pekerja..
wiji Tukul adalah seorang seniman pelo (cadel) meski demikian hal ini tidak menghambatnya untuk berkarya dan berjuang bersama massa rakyat yang dibelanya -yang membuat dirinya “dihilangkan” oleh tentara.
Nasib dan keberadaan Wiji Tukul saat ini tidak diketahui, kuat dugaan Ia hilang pada masa penculikan aktivis oleh KOPASUS (f**k military!!!) menjelang runtuhnya ORBA….
“Hidupnya Menjadi Rawan Karena Ia memilih untuk me-Lawan!!!!”

Hanya ada satu kata : Lawan!!
dan konsisten dalam perjuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s